Pergaulan Lintas Gender Di SMP Ma’rif NU 1 Purwokerto : Batas Moral, Pengawasan, dan Negosiasi Remaja
Abstract
Pergaulan lintas gender di SMP Islam berada di antara nilai moral keagamaan dan kebutuhan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan memetakan praktik pergaulan lintas gender di SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto, menjelaskan relasi sosial dalam pembentukan batas moral dan pengawasan sekolah, serta menilai implikasinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan meliputi guru PAI, guru BK, wali kelas, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan sekolah menerapkan pembatasan interaksi melalui pengaturan tempat duduk, pengelompokan kegiatan belajar, serta pengawasan ketat guru. Namun, siswa melakukan negosiasi tersembunyi dengan memanfaatkan ruang dan momen pengawasan longgar. Sekolah menjalin kerjasama dengan orang tua melalui pertemuan rutin setiap tiga bulan. Tantangan terbesar adalah penggunaan ponsel di era digital, yang direspon dengan larangan membawa ponsel tanpa izin. Solusi yang dilakukan adalah penguatan karakter religius melalui sholat Dhuha dan pembacaan Asmaul Husna. Penelitian menyimpulkan bahwa pergaulan lintas gender merupakan proses sosial kompleks yang melibatkan ketegangan antara aturan moral sekolah, kebutuhan sosial remaja, dan negosiasi identitas siswa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Relevancia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License: CC BY-SA 4.0 (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License)




